VLSM Subnetting

Di artikel sebelumnya saya sudah membahas mengenai CIDR dan VLSM. Artikel ini khusus digunakan untuk membahas VLSM subnetting. Subnetting adalah membagi alokasi IP yang besar kedalam kelompok-kelompok IP baru yang lebih kecil. Mengapa perlu dilakukan subnetting? Ada 4 alasan perlu dilakukannya subnetting. Pertama, untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperbesar broadcast domain). Kedua, untuk optimisasi unjuk kerja jaringan. Ketiga, memudahkan pengelolaan jaringan. Dan yang terakhir adalah menghemat alamat IP.

Jadi salah satu alasan penggunaan subnetting adalah untuk mempermudah pengelolaan jaringan. Jika kita memiliki alokasi alamat IP yang tidak begitu besar tetapi kita ingin membagi alokasi itu kedalam beberapa segmen yang berbeda tetapi jumlah user pada masing-masing segmen tidak sama, maka kita harus bisa mengalokasikan IP yang ada secara efektif dan efisien. Untuk itu kita perlu belajar mengenai VLSM Subnetting. Subnetting dengan VLSM dapat dilakukan dengan langkah berikut.
1. Urutkan segmen-segmen yang ada berdasarkan jumlah kebutuhan, mulai dari user yang terbesar hingga yang terkecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya subnet overlap.
2. Tentukan prefix untuk setiap segmen berdasarkan user yang ada.
3. Tentukan Network Address dan Broadcast Address untuk masing-masing subnet (segmen). Range IP yang bisa digunakan adalah IP yang berada diantara Network Adress dengan Broadcast Address.

Berikut contoh subnetting dengan menggunakan VLSM.
Suatu perusahaan X memiliki alokasi IP 106.21.55.0/24. Perusahaan tersebut ingin membagi IP tersebut dan mengalokasikannya ke 5 departemen yang berbeda, sebut saja departemen A, B, C, D, dan E. Jumlah user pada masing-masing departemen cukup beragam, secara berurutan yaitu 12, 27, 8, 20, dan 9. Tentukan alokasi IP untuk masing-masing departemen.

-Solusi-
Jika kita menggunakan alokasi dengan prefix yang sama, maka kita bisa lakukan dengan cara sebagai berikut.
Dari prefix /24, kita bisa menggunakan 8 bit (32-24=8) untuk alokasi alamat IP. 8 bit itu dibagi 2, untuk alokasi subnet dan host. Karena jumlah kebutuhan segmen adalah 5, kita akan membutuhkan 2 pangkat x yang hasilnya mendekati 5 untuk alokasi subnet dimana 2^3=8 ~ mendekati 5 (karena 2^2=4 < 5). Kita ambil 3 bit untuk alokasi subnet, kemudian sisanya 5 bit untuk alokasi host. Jumlah host maksimal untuk setiap subnet adalah 2^5-2 = 30 host (dikurangi 2 untuk alokasi Network Address dan Broadcast Address). Prefix yang digunakan adalah 32-5 = /27. Berdasarkan kebutuhan, 30 host untuk masing-masing subnet mampu memenuhi jumlah user untuk masing-masing departemen. Sehingga didapat:

NA: network address
BA: Broadcast address
Departemen A : NA:106.21.55.0/27           BA:106.21.55.31
Departemen B : NA:106.21.55.32/27         BA:106.21.55.63
Departemen C : NA:106.21.55.64/27        BA:106.21.55.95
Departemen D : NA:106.21.55.96/27        BA:106.21.55.127
Departemen E : NA:106.21.55.128/27      BA:106.21.55.159

Namun alokasi tersebut bisa dikatakan kurang efektif. Bagaimana jika perusahaan berkembang dan pegawai di perusahaan tersebut bertambah. Maka jika jumlah pegawai dalam 1 departemen melebihi 30 pegawai, maka alokasi tersebut menjadi tidak valid. Untuk itu diperlukan VLSM subnetting. Jika user bertambah menjadi (secara berurutan) 30, 60, 12, 41, dan 14, maka bagaimana alokasi IP untuk kebutuhan perusahaan yang sekarang?

-Solusi-
Langkah 1. Urutkan dari yang terbesar –> 60, 41, 30, 14, 12
masing-masing B, D, A, E, C
Langkah 2. Tentukan prefix
B = 60 –> 64 = 2^6 –> 32-6 = /26
D = 41 –> 64 = 2^6 –> 32-6 = /26
A = 30 –> 32 = 2^5 –> 32-5 = /27
E = 14 –> 16 = 2^4 –> 32-4 = /28
C = 12 –> 16 = 2^4 –> 32-4 = /28
Langkah 3. Tentukan Network Address dan Broadcast Address
B –> NA: 106.21.55.0/26          BA: 106.21.55.63
D –> NA: 106.21.55.64/26       BA: 106.21.55.127
A –> NA: 106.21.55.128/27     BA: 106.21.55.159
E –> NA: 106.21.55.160/28     BA: 106.21.55.175
C –> NA: 106.21.55.176/28    BA: 106.21.55.191

Dari alokasi baru diatas, terbukti bahwa VLSM lebih efektif dan efisien. Selain itu masih ada alokasi IP 106.21.55.192/26 (sebanyak 64 host) yang masih bisa digunakan lagi untuk kebutuhan mendatang.

Sekian share materi VLSM dari saya, semoga bermanfaat. Saya lampirkan juga tambahan soal-soal untuk melatih kemampuan analisis teman-teman berkaitan dengan materi IP addressing. Download soal-soal IP addressing.

Advertisements

3 thoughts on “VLSM Subnetting

  1. Pingback: How to subnet a network. | kanishkas how to?

  2. Pingback: How to subnet a network. - Welcome to Kanishkas howto?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s